Minggu, 09 Februari 2014
Kamis, 06 Februari 2014
Selasa, 04 Februari 2014
Pengumuman CPNS K2
|
Selasa, 04 Februari 2014
16:54
|
|
Jakarta – Humas BKN, Wakil
Kepala BKN selaku Ketua Pokja Tim Pengolahan LJK Panselnas 2013 Bima Haria
Wibisana menyampaikan bahwa kemungkinan pengumuman baru bisa dilihat Rabu
siang (5/2/2014 – red). Pernyataan tersebut disampaikan Bima Haria
Wibisana menjelang pengumuman kelulusan tenaga honorer kategori II di Media
Center Kementerian PAN & RB, Selasa (04/2/2014).
Selanjutnya Bima menambahkan bahwa rencananya hanya yang lulus seleksi saja yang akan diumumkan. Hal ini demi efisiensi. “Agar efisien, yang lulus saja yang diumumkan nama dan nomornya,” jelas Bima. Bima menyampaikan bahwa sedikitnya terdapat 600 ribuan tenaga honorer kategori II (K.II). sehingga menurut Bima tidak memungkinkan untuk diumumkan semua. Bima juga mengatakan bahwa semua dokumen akan diserahkan ke daerah atau instansi masing-masing seperti halnya hasil tes jalur umum. Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB) Azwar Abubakar mengatakan, Panselnas melibatkan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) untuk mengamankan hasil kelulusan honorer K-II dimaksud. “Lemsaneg memasang watermark, agar hasilnya tidak dapat diutak-atik oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujar Azwar Abubakar. Menteri juga menegaskan bahwa dalam menentukan kelulusan PNS dari honorer K-II ini, Panselnas tetap memberlakukan passing grade. Panselnas menerima masukan, aspirasi dan afirmasi dari berbagai daerah sehingga passing grade satu daerah dengan daerah lain tidak sama. Website resmi Kementerian PAN & RB melansir bahwa untuk K.II tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga penyuluh yang masa kerjanya lebih lama dan usianya lebih tua, masing-masing diberikan tambahan skor, sedangkan untuk tenaga administrasi tidak diberikan. Misalnya pegawai yang mendapat SK pada tanggal 1 Januari 2005, dia tidak mendapat tambahan skor. Tapi untuk tahun dibawahnya seperti 2001-1999 akan mendapat tambahan skor. Makin lama mengabdi di suatu instansi, makin besar tambahan skornya. Pengumuman K.II itu bersifat final dan akan dimuat di website Kementerian PAN & RB (www.menpan.go.id) dalam bentuk PDF. Sub |
Minggu, 02 Februari 2014
PENGUMUMAN HONORER K2
Pengumuman Honorer K2 Tanggal 5 Februari
JAKARTA – Pemerintah menetapkan pengumuman hasil tes CPNS dari Tenaga honorer kategori 2 akan dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2014, melalui website Kementerian PANRB yang akan direlay oleh masing-masing instansi penyelenggara. Tetapi untuk Papua dan Papua Barat menyusul beberapa hari kemudian.
“Berbeda dengan pengumuman test dari pelamar umum, pengumuman untuk honorer K-2 ini bersifat final, yaitu mereka yang lulus,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar dalam jumpa pers usai rapat koordinasi persiapan pengumuman hasil seleksi honorer K2, di Kementerian PANRB, Rabu (29/01).
Menteri yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Soetrisno dan Deputi SDM Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmadja itu menambahkan, ada tiga prioritas dalam penentuan kelulusan. Pertama, tenaga pendidik, kedua tenaga kesehatan dan penyuluh. “Lamanya masa pengabdian juga menjadi pertimbangan. Demikian juga dengan kabupaten yang masuk kategori daerah perbatasan,” tambahnya.
Secara umum, honorer kategori 2 yang mengikuti tes CPNS berpendidikan SLTA sampai D3. Dari sekitar 600 ribu peserta, sekitar 250 ribu diantaranya adalah tenaga pendidik. Untuk guru, diperkirakan sekitar 100 ribu yang akan diterima. (ags/HUMAS MENPANRB)
Honorer K2 Berdasarkan Masa Kerja
| No | Masa kerja | Jumlah | % |
| 1 | Ø 2004 |
253.797
|
41,94
|
| 2 | 2003 – 2004 |
245.391
|
40,55
|
| 3 | 2001 - 2001 |
42.516
|
7.03
|
| 4 | 1997 - 2001 |
35.862
|
5.93
|
| 5 | < 1997 |
27.593
|
4.56
|
| Jumlah |
605.179
|
100
|
Honorer K2 Berdasarkan Usia
| No | Usia | Jumlah | % |
| 1 | < 27 |
93
|
0.02
|
| 2 | 27 - 33 |
248.417
|
41.05
|
| 3 | 34 - 45 |
301.708
|
49,35
|
| 4 | > 45 |
54.961
|
9.08
|
| Jumlah |
605.179
|
100
|
Honorer K2 Berdasarkan Jabatan
| No | Jabatan | Jumlah | % |
| 1 | Pendidik |
254.774
|
42.10
|
| 2 | Kesehatan |
17.124
|
2.83
|
| 3 | Penyuluh |
5.585
|
0.92
|
| 4 | Teknis/Adm |
327.696
|
54.25
|
| Jumlah |
605.179
|
100
|
Honorer K2 Berdasarkan Pendidikan
| No | Pendidikan | Jumlah | % |
| 1 | SD – SMP |
68.346
|
11.29
|
| 2 | SMA – D.III |
457.656
|
75.62
|
| 3 | S1/DIV-S3 |
79.177
|
13.08
|
| Jumlah |
605.179
|
100
|
Jumlah tenaga honorer yang lebih dari 1.000
| Instansi |
< 5000
|
5000 - 4000
|
4000 - 3000
|
3000 - 2000
|
2000 - 1000
|
| Kab/Kota |
11
|
10
|
15
|
32
|
118
|
| Provinsi |
1
|
-
|
-
|
-
|
3
|
| K/L |
3
|
2
|
-
|
1
|
1
|
| Jumlah |
15
|
12
|
15
|
33
|
112
|
Jumlah instansi yang jumlah honoernya kurang dari 1000
| Instansi |
1000 - 500
|
500 – 100
|
100 – 50
|
Ø 50
|
| Kab/Kota |
101
|
162
|
21
|
26
|
| Provinsi |
1
|
12
|
6
|
9
|
| K/L |
3
|
5
|
3
|
66
|
| Jumlah |
105
|
179
|
101
|
30
|
Pengelolaan Keuangan
5T, Piranti Bagi Pengelola Keuangan
________________________________________
Bogor (Pinmas)— Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) adalah unit eselon I terbesar di Kementerian Agama dari sisi anggaran. Setidaknya, 80 persen dari postur anggaran Kementerian Agama berada pada Ditjen Pendis. Hal ini tentu memberi tantangan sendiri dalam pengelolaan anggaran.
Direktur Pendidikan Madrasah Nur Kholis Setiawan menegaskan pentingnya pola manajerial yang baik sehingga program-program Ditjen Pendidikan Islam dapat dilaksanakan secara optimal. Hal sama juga diperlukan dalam penyusunan setiap laporan kegiatan.
“Terkait program dan terkait juga pelaporan, harus dimanage lebih baik,” kata Nur Kholis Setiawan saat membuka acara Sosialisasi Pengelola Keuangan serta Sosialisasi Sistem akutansi instansi (SAI) Pada Lembaga Pendidikan Islam, di Bogor, kemarin (1/12).
Terkait hal itu, Nur Kholis menekankan pentingnya lima langkah yang terangkum dalam gerakan 5T (lima T); Tepat perencanaan, Tepat Program, Tepat Sasaran, Tepat Laporan Keuangan dan Administarasi, serta Tepat Monitoring dan Evaluasi. “Di dalam pelaksanaan unit kerja kita masing masing, lima ‘T’ tadi merupakan piranti yang tidak bisa ditawar. Semua tergantung lima ‘T’ tadi,” tukasnya.
Tepat Perencanaan. Nur Kholis meminta agar program-program di Ditjen Pendidikan Islam berbasis pada perencanaan yang bervisi dan bermimpi jauh ke depan. Perencanaan juga diharapkan berbasis analisis kebutuhan memajukan dunia pendidikan Islam. “(bukan sebaliknya) Perencanaan muncul setelah mendapat anggaran dan setelah pagu indikatif, itu namanya hanya menghabis-habiskan anggaran saja,” kata Nur Kholis menegaskan pentingnya posisi perencana yang baik dalam melihat tantangan yang dihadapi.
Tepat Program. Menurut Nur Kholis, program Ditjen Pendidikan Islam harus dilakukan selaras dengan ketersediaan logistik yang dipunyai.
Tepat Sasaran. Agar program penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) dan pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) tepat sasaran, ujar Nur Kholis, perlu dukungan data dan proses verifikasi dalam pelaksanaan Barjas dan penyaluran Bansos, “jika dua hal ini baik, pasti membuat efek domino bagi yang lain,” katanya.
Terkait tepat sasaran, Nur Kholis menggarisbawahi pentingnya skala prioritas. Menurutnya, program yang memang wajib didahulukan, maka harus diprioritaskan. “Ma tsabata bi sysar’i muqoddamun ala ma tsabat bis syarthi,” paparnya menyitir salah satu kaidah dalam kitab Jam’ul Jawami’ yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang diwajibkan hal yang berbasis Syara’, maka wajib didahulukan daripada sesuatu yang ditetapkan syarat.
Tepat Laporan dan Administrasi. Menurutnya, negara menganut sistem kepatuhan. Karenanya, seseorang tidak dibenarkan melampaui tujuan dari apa yang ditetapkan. “Meskipun bertujuan baik,” terangnya. Nur Kholis meminta semua pihak untuk melaksanakan aturan dengan baik, tidak mudah berijtihad tapi dengan menyalahi ketetapan.
Tepat Monitoring dan Evaluasi. Monev yang dilaksanakan dengan baik, akan dapat mengidentifikasi pelaksanaan program dan kegiatan yang relevan dan tidak relevan. (sholla/mss) (Ade Nuryan)
Selasa, 21 Januari 2014
Langganan:
Postingan (Atom)


